Informasikan kabar baik ini kepada mereka yang lebih membutuhkan, klik dibawah ini

Betulkah Wanita Lebih Susah Orgasme Daripada Pria? Apa Sebabnya?

Orgasme adalah titik puncak atau klimaks dalam berhubungan seks. Sayangnya, banyak wanita yang susah mengalami orgasme. Hanya 10 persen wanita yang mudah mencapai titik puncak ini. Sisanya, mereka merasa susah orgasme. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi? Simak jawabannya di bawah ini.

wanita frigid, wanita kurang gairah seks, orgasme seks


Penyebab wanita susah orgasme

1. Menghabiskan waktu hanya duduk seharian di ruang kerja

Bagi wanita yang bekerja di depan komputer, tentunya Anda lebih banyak menghabiskan waktu di kursi. Kat Van Kirk, seorang terapis pernikahan dan seks, mengatakan bahwa duduk terlalu lama mungkin bisa memperpendek otot panggul Anda, yang dapat menyebabkan nyeri panggul sehingga orgasme lebih sulit.

Beberapa orang mungkin memiliki masalah ini setelah beberapa bulan duduk terlalu lama. Sementara mungkin perlu waktu bertahun-tahun untuk menimbulkan gejala ini.

Untuk mencegahnya, Anda bisa berdiri setiap setengah jam sampai satu jam selama hari kerja Anda berlangsung. Anda juga bisa melakukan sedikit peregangan otot panggul Anda.

2. Terlalu sering pakai sepatu hak tinggi

Memakai sepatu hak tinggi dapat merusak panggul dan otot psoas (otot di daerah belakang panggul). Ini merupakan otot yang terhubung dengan otot dan saraf yang mengarah ke dasar panggul, alat kelamin, dan organ tubuh yang terkait.

Otot psoas menjadi lengket dan tegang jika sering memakai sepatu hak tinggi dalam waktu yang lama dan terlalu sering. Akibatnya, otot psoas tidak dapat mengirimkan rangsangan yang diperlukan untuk orgasme. Dengan kata lain, jika otot psoas tidak dalam keadaan baik, maka wanita akan susah orgasme atau mencapai klimaks.

3. Anda tidak buang air kecil sebelum berhubungan intim

Menahan kencing saat berhubungan seks bukanlah ide yang bagus. Beberapa wanita lupa untuk mengosongkan kandung kemihnya sebelum hubungan seks. Akibatnya, fokus Anda bisa terbagi antara ingin kencing dan ingin menikmati rangsangan seks.

Rangsangan seks ditambah dorongan untuk pergi ke kamar kecil bukanlah perpaduan yang baik. Akan sangat sulit mencapai orgasme saat kandung kemih Anda penuh, karena sulit untuk menahan hasrat buang air kecil.

Oleh karena itu, sebaiknya buang air kecil terlebih dulu sebelum memulai hubungan seks dengan pasangan, meskipun Anda tidak ingin kencing. Karena Anda tahu Anda tidak perlu buang air kecil, saat berada di ambang orgasme, Anda akan bisa mengalami sensasi dan melepaskannya.

4. Foreplay kurang lama atau kurang panas

Umumnya, wanita membutuhkan waktu sekitar 20 menit dari rangsangan pertama untuk mencapai tahap orgasmik, periode ketika klitoris menjadi sangat sensitif dan tubuh dipersiapkan untuk menyambut orgasme. Ini memang beda dengan pria, yang hanya memerlukan waktu sekitar 3-4 menit untuk mencapai orgasme.

Meminta pasangan Anda untuk membantu Anda mencapai orgasme bahkan sebelum penetrasi akan mempersiapkan tubuh Anda menerima rangsangan vagina selanjutnya selama penetrasi. Orgasme selama foreplay (pemanasan) juga bisa meningkatkan peluang wanita untuk mencapai klimaks saat penetrasi.

5. Mungkin Anda memiliki disfungsi orgasme

Disfungsi orgasme adalah ketidakmampuan untuk orgasme, yang lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Berdasarkan sebuah penelitian, ada sekitar 24 persen wanita yang mengalami kondisi ini.



Jika seorang wanita tidak pernah mencapai klimaks di usia dewasa, ini disebut sebagai disfungsi orgasme primer. Sementara, jika ia bisa atau pernah mencapai klimaks sebelumnya, tapi sekarang merasa sulit atau tidak mungkin, ini disebut sebagai disfungsi orgasme sekunder. Bila hal demikian pakai herbal yang direkomendasikan pakar seksologi Boyke Dian Nugraha dengan herbalnya: Ladyfem untuk atasi wanita Frigid, ini bisa didapatkan secara online di produkabe.info

Pada intinya, ada banyak faktor yang menentukan seberapa cepat dan mudah seorang wanita mencapai klimaks. Bila Anda mengkhawatirkan gejala tertentu atau hal ini benar-benar mengganggu kepuasan seksual Anda dengan pasangan, temui dokter untuk berkonsultasi dan mendapatkan solusi terbaiknya.

JANGAN LEWATKAN

Informasikan kabar baik ini kepada mereka yang lebih membutuhkan, klik dibawah ini